Karya
Ilmiah Lingkungan
Oleh : B. Husnayain
Seiring
bergilirnya waktu, ingin rasanya kusampaikan sesuatu. Sesuatu yang tak kan
banyak orang kan mengerti dan peduli akan hal ini. Yang takkan paham akan suara
tangisku yang menginginkan suatu keindahan di muka bumi ini, menghijaunya
lingkungan yang selalu kudambakan, warna-warni bunga yang bermekaran, yang kan
memberikan kesejukan di tengahnya sesak nafasku diantara jutaan polusi yang
menyiksaku. Ingin kudapatkan kesegaran murni dari ribuan oksigen yang setia menemani
setiap hirupan nafas makhluk hidup yang berada di bumi ini.
Tak
terfikirkah di benak kalian? Bagaimana keadaan bumi ini dua, tiga ratus tahun
lagi? Akankah seindah dulu? Saat nenekku dengan bangganya menceritakan suara
lambaian rumput ilalang yang setia menyampaikan salamnya lewat sejuknya embun
di pagi hari. Saat kakekku dengan bangganya menceritakan suara gemercik air
mengalir dengan jernihnya serta ribuan pohon yang selalu merindangkan suasana
hati di muka bumi ini saat sang surya dengan teriknya membakar segarnya udara
di siang hari.
Bumi ini
memanas seiring berjalannya waktu. Adanya penemuan baru dan meningkatnya
teknologi membuat dunia ini penuh misteri. Kekuatan untuk bernafas menjadi
sulit dan penuh perngorbanan. Jutaan pulusi tumbuh sesuka hati, limbah-limbah
pabrik tak terkendali. Keindahan bumi ini pun sulit tuk kembali, hilangkan
keasrian di muka bumi ini.
Hutanku
menjerit kesakitan, rasakan ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab yang gila
akan kekayaan dunia. Yang menguasai jalannya kehidupan tanpa menyimak jalannya
alam Ranting-ranting pohon mengeluh padaku sampaikan kesedihan akan hilangnya
sahabat mereka.
Kasihan
hutanku yang kini enggan tuk menampakkan wajah cerah mereka, rasa keceriaannya
dan indahnya senyumnya. Dunia tersenyum kecut, melihat bagian hidupnya telah
tersayat dan tersakiti. Dunia, betapa aku tak dapat membayangkan apa yang akan
kaulakukan tanpa hutanku, hutanmu, dan hutan kita bersama. Paru-paru kita ada
padanya, jika ia pergi, maka paru-paru ini akan dibawa lari olehnya tanpa
menyisakan satupun untuk kita bernafas di muka bumi ini.
Ijinkan
aku merawatmu, memelukmu, dan menjagamu. Aku masih ingin kau ada disini hutanku
sayang, kau bagian yang tak terlupakan, tanpamu tak akan ada kehidupan di dunia
ini. Kesejukan dan setiap nafas ada padamu. Kau senantiasa selalu memberikan
semangat hijaunya kesejukan pada kami.
Muak
rasanya melihat sungaiku dibanjiri oleh para limbah-limbah jahat yang
menghancurkan jernihnya setiap air yang mengalir dan membunuh setiap populasi
yang tinggal di dalamnya. Risih rasanya mendengar hutanku tersayang terbakar
oleh si jago merah. Terluka hati ini hadapi jeritan histeris hutanku ditebang
sesuka hati. Tersayat hati ini ketika kehormatan hutanku di renggut oleh para
penguasa tak bertanggung jawab. Keindahan hutan tlah ternoda. Betapa kusadari
bahwa mereka tak berperasaan.
Hanya
manusia tertentu yang dapat merasakan keluhan dan penderitaan mereka, hanya
orang yang ingin merasakan ketentraman hidup di dunia dengan setiap hembusan
nafas yang lega.
Tak
terfikirkah dibenak kalian? Betapa besarnya perjuangan hutan kita ini. Mereka
rela berkorban hanya demi kelangsungan hidup makhluk lain. Sampai kapan? Sampai
kapan kita akan membiarkan hutan kita terus menangis, terus tersayat, dan
terluka.
Hutanku,
aku berjanji akan memperjuangkanmu, meski aku harus mencucurkan darah dari
jasadku untukmu, hutanku sayang. Menangislah sepuasmu hutanku sayang, sebelum
mereka akan benar-benar menghabisimu. Kusadari kini, bahwa hanya sedikit orang
yang memperhatikanmu, tak semua orang di muka bumi ini peduli akan dirimu.
Jangan khawatir lagi, aku ada dipihakmu. Akan kucurahkan seluruh kasih sayangku
untukmu, hutanku sayang.
Banyak
kenyataan yang harus kita hadapi, rintangan yang harus kita lewati, jutaan duri
yang senantiasa menusuk akan perjalanan kita nanti.
Tak inginkah
kalian membalas perjuangan dan pengorbanan mereka? Akankah lingkungan kita akan
kembali seperti sedia kala? Pikirkan anak cucu kita, kelangsungan hidup mereka,
agar mereka masih bisa merasakan indahnya dunia dengan indahnya lingkungan alam
yang elok ini. Mereka juga akan bangga menceritakan pada orang lain bahwa kita
menjaga kelestarian lingkungan alam kita. Walaupun kemajuan zaman terkadang
mengikis keindahan alam ini sedikit demi sedikit, namun aku yakin bahwa masih
ada cahaya keindahan yang menanti kita di depan sana.
Aku tak
tahu apa yang dapat kutulis lagi, mungkin ada yang lebih hebat dariku. Tuhan,
terimakasih atas semua yang telah Kau titipkan pada kami, kami yang berbeda
jalan pikirnya, kami yang beraneka ragam sifatnya. Kami akan berusaha tuk
menjaga dan merawat lingkungan ini, agar tetap indah dan lestari hingga Kau
akan mengambilnya kembali. Aku akan memberikan seluruh kasih sayangku yang
belum sempat disampaikan oleh orang-orang yang peduli akan lingkungan alam
kita. Sebagai bukti pertanggung jawaban kita sebagai hamba yang Ta’at dan
selalu mensyukuri nikmat-Nya.
Hutanku,
jika kau terluka lagi katakan padaku. Lukamu lukaku juga, kita rasakan bersama.
Kan kucoba mengobati lukamu dengan kasih sayangku padamu seperti engkau
mengobati ku dengan tetumbuhan yang kudapatkan darimu.
Aku
sungguh mencintaimu hutanku, karena tanpamu apalah arti kehidupan di dunia ini,
bernafas tanpa sebuah paru-paru. Bertahanlah hutanku, meski mereka
meremehkanmu, bahkan tak menghargaimu. Tapi ketahuilah, bahwa mereka tak bisa
hidup tanpamu.
Kata-kata tingkat dewa... :D
BalasHapusKeren3x... Lanjutkan!...
wahh..mantep bgt tulisannya!! Keep on
BalasHapuslancar barokah
BalasHapusSube'hanalloh bagus sekali karyanya...
BalasHapusAtas kehendakNya, alam menyampaikan pesan2 deritanya selama ini lewat berbagai macam bencana, wahai manusia akankah kau akan terus menutup mata? melihat bumi kian hancur tanpa ada yang peduli...
Cinta Alam Indonesia \(´▽`)/
BalasHapusThat's great..
BalasHapus